Prolog
Prolog kali ini adalah awal dari sebuah pilihan yang mengubah seluruhnya. Ia menguatkan hubunganku dengan pemilik semesta, menaruh cinta yang dalam pada agama yang sebenarnya, memberi arti bersama manusia lainnya dengan visi yang sama, hingga mengubah cara pandangku terhadap dunia yang fana.
------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Catatan ini diambil pada hari Minggu, 25 Agustus 2019 selepas melaksanakan ibadah sholat Isya'. Tulisan pada tanggal tersebut adalah pembuka untuk kehidupan yang telah aku pilih dan atas ridha-Nya, Allah izinkan aku tinggal bersama manusia Rumah Cahaya. Malam itu, Ummi (guru Rumah Cahaya) memberikan wejangan kepada kami, manusia yang akan menempati rumah tersebut.
Ada beberapa poin penting yang beliau tekankan sebagai berikut:
1. Rumah Cahaya adalah tempat belajar bersama-sama.
2. Di rumah ini, kita butuh teman untuk mengajarkan cara sabar dan meminta maaf.
3. Jika kita punya kelebihan, selalu ingat bahwa kelebihan tersebut hanyalah milik Allah semata. Selain itu, kita harus lebih menghargai dengan apa yang sudah diberikan-Nya kepada kita.
4. Ketika kita punya kekurangan dan orang lain punya kelebihan, kita harus belajar dengan lainnya.
5. Dalam melakukan amal perbuatan, belajarlah untuk ikhlas.
6. Sampaikanlah kebenaran dengan berani.
7. Kakak pemandu adalah manusia biasa yang juga sedang belajar. Perlu diingat bahwa kita tetap harus menghormati mereka.
8. Ketika tadi kita bermain debu diluar, kita mendapatkan debu, bukan api maupun air. Sehingga, ketika kita bermain dengan orang-orang baik, tentunya insyaAllah kita juga mendapatkan kebaikan.
9. Yang perlu kita cari adalah lelah.
10. Jangan pernah terpengaruh dengan pujian karena pada hakikatnya kita ini siapa?
11. Kita terlihat indah karena Allah telah menutup aib kita.
------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Setelah 2 tahun lebih hingga saat ini, aku akhirnya memahami betapa pentingnya adab dalam berilmu, bagaimana memiliki circle pertemanan yang visinya "berkumpul bersama di surga-Nya" dengan watak yang beragam, bagaimana memaknai lelah karena lillah, mengatur prioritas dan emosi, hingga persiapan menghadapai tingkatan kehidupan selanjutnya.
Percayalah, aku adalah satu dari sekian manusia yang sampai saat ini masih proses menuju baik. Tidak ada kata terlambat untuk kembali kepada jalan yang lurus dan mencari kebenaran yang sesungguhnya untuk memperbaiki diri sebelum kembali.
Comments
Post a Comment